Populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri - ciri yang sama yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan berproduksi di antara sesamanya, sedangkan smapel adalah bagian dari sebuah populasi. Sampel yang digunakan dalam dalam sebuah pengambilan data, haruslah mewakili populasi tersebut. Studi kasus berikut ini termasuk dalam kategori non probabilitik, dan jenis sampel yang digunakan adalah self selection, karena pengambilan data hanya di lakukan sesuai keinginan si pengambil data.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Analisis estimasi biaya adalah ilmu yang mempelajari
dimana kita dapat menentukan harga jual produk berdasarkan informasi dan
perhitungan biaya produksi. Biaya produksi terdiri dari komponen biaya tetap,
biaya variabel, biaya semi variabel,
biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, biaya overhead,
dan factor penentuan laba.
Laporan keuangan dalam analisis estimasi biaya adalah suatu
catatan laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, dan dalam laporan tersebut
terdapat data – data secara lengkap hasil produksi, sehingga dari data tersebut
perusahaan diharapkan dapat menekan ongkos produksi. Hasil laporan keungan juga
dapat membantu perusahaan untuk menentukan harga dari sebuah produk, sehingga
konsumen dapat membeli produk tersebut sesuai dengan daya beli, dan perusahaan
juga memperoleh keuntungan yang sesuai.
Pengaplikasian yang dapat dilakukan adalah melakukan
pengamatan terhadap penjualan nasi uduk dan mencatat laporan keuangan yang
dikeluarkan oleh produsen tersebut. Masalah yang sering dihadapi oleh
perusahaan industry rumahan adalah tidak adanya laporan secara lengkap biaya
yang dibutuhkan untuk setiap kali produksi, harapan setelah melakuakan
penelitian ini adalah dapat memberi saran kepada produsen nasi uduk agar dapat
menekan biaya produksi, sehingga pendapatan yang diperoleh lebih besar.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah ini dibuat untuk mengetahui
permasalahan yang terjadi selama penelitian. Berikut ini adalah rumusan masalah
tersebut. Rumusan masalah yang pertama adalah apa saja bahan baku yang
dibutuhakan dalam produksi nasi uduk, berapa jumlah biaya yang dibutuhkan dalam
setiap produksi, berapa jumlah nasi uduk yang dapat diproduksi setiap hari nya,
dan bagaimana membuat laporan keungan penjualan nasi uduk.
1.3 Tujuan
Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui
laporan keuangan dari produsen nasi uduk. Berikut ini adalah tujuan tersebut.
1.
Mengetahui pengeluaran keuangan produsen selama satu tahun.
2.
Mengetahui biaya produksi yang dibutuhkan produsen setiap bulannya
3.
Mengetahui harga jual produk berdasarkan laporan keuangan.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah
digunakan untuk membatasi masalah – masalah yang terdapat dalam penelitian ini,
sehingga tidak terjadi penyimpangan yang terlalu jauh. Berikut ini adalah batasan masalah tersebut.
1.
Perusahaan yang dijadikan penelitian untuk pembuatan laporan hanya
perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur.
2.
Jenis laporan yang dibuat hanya laporan keungan produksi.
3.
Laporan keungan yang dibuat hanya laporan keuangan selama satu tahun.
BAB
II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Analisis
Analisis adalah melakuka evaluasi terhadap kondisi
dari pos – pos atau ayat – ayat yang berkaitan dengan akutansi dan alasan –
alasan yang menungkinkan tentang perbedaan yang muncul. Misalnya seorang
pemeriksa akan melakukan analisa perkiraan pengeluaran untuk menentukan apakah
pengeluaran telah dibebankan terhadap pos yang tepat, yang diuji dengan dokumen.
Berdasarkan pengertian tersebut didapat kesimpulan bahwa analisis merupakan kegiatan
memperhatikan, mengamati, dan memecahkan sesuatu (mencari jalan keluar) yang
dilakukan seseorang. (repository.widyatama.ac.id)
2.2 Pengertian Biaya
Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang
korbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntugan masa ini dan
masa datang untuk organisasi. Biaya dikeluarkan untuk menghasilkan manfaat di
masa depan, dalam perusahaan manfaat di masa depan biasanya berarti pendapatan,
jadi biaya digunakan untuk memproduksi pendapatan. (repository.widyatama.ac.id)
2.3 Penggolongan Biaya Menurut Perilaku
Keberhasilan dalam perencanaan dan pengendalian biaya
tergantung pada pemahaman yang menyeluruh mengenai hubungan antara terjadinya
biaya dan kegiatan bisnis. Telaah dan analisis yang cermat, yang mempengaruhi
kegiatan bisnis terhadap biaya umumnya akan menghasilkan penggolongan setiap
jenis penegeluaran ke dalam biaya tetap, variabel, atau semivariabel.
(repository.widyatama.ac.id)
Biaya tetap adalah biaya yang sifatnya tetap walaupaun
kegiatan produksi berubah – ubah. Beberapa jenis biaya tampak tetap namun dalam
jangka panjang semua biaya adalah variabel, jika semua kegiatan bisnis menurun
sampai nol dan tidak ada prospek bagi kegiatan tersebut untuk mengikat,
perusahaan akan melakukan likuidasi, dengan demikian perusahaan akan
menghindari semua biaya, jika kegiatan diharapkan mengikat sampai melebihi
kapasitas yang ada saat ini, biaya tetap harus ditingkatkan untuk mengimbangi
kelebihan volume tersebut. Contoh dari biaya tetap adalah beban penyusutan, beban
sewa, asuransi kekayaan, pajak bumi dan bangunan, dan lain – lain.
Biaya variabel adalah biaya yang secara total berubah
proporsional seiring dengan perubahan kegiatan produksi. Biaya variabel
meliputi biaya bahan lansung, pekerja langsung, bahan penolong tertentu, biaya
pengerjaan ulang. Biasanya biaya variabel dapat secara langsung
diidentifikasikan dengan kegiatan yang mengakibatkan adanya biaya tersebut.
Biaya semivariabel adalah biaya yang mengandung sifat
biaya tetap dan variabel. Misalnya bahan bakar, pemeliharaan, biaya pension,
pajak atas upah, dan perjalanan serta hiburan.
2.4 Estimasi Biaya Jangka Pendek
Estimasi fungsi biaya jangka pendek memungkinkan para
pengambil keputusan untuk melihat optimalitas tingkat – tingkat output yang ada sekarang dan
menyelesaikan masalah pengambilan keputusan dengan menggunakan analisa
kontribusi. Metode yang digunakan untuk mengestimasi biaya jangka pendek adalah:
(elearning.gunadarma.ac.id)
1.
Ekstrapolasi sederhana merupakan metode sederhana untuk mengestimasi
nilai variabel di luar tentang nilai – nilai yang ditunjukan dalam data
dasrnya.
2.
Analisis gradien adalah gradient kurva biaya total didefinisikan sebagai
derajat perubahan biaya total sepanjang suatu interval ouput tertentu.
3.
Analisis regesi dapat diterapkan untuk memperoleh garis yang paling
tepat untuk observasi – observasi biaya – output
apabila kita mempunyai beberapa observasi.
4.
Teknik rekayasa, teknik estimasi ini tidaklah seperti metode – metode
yang lain, yang dimulai dari observasi tingkat – tingkat biaya output, tetapi mulai dari hubungan
fungsi produksi fisik antara output dan
berbagai input.
5.
Studi empirirs perilaku biaya jangka pendek, studi empiris tidaklah
mengikari berlakunya hokum penambahan hasil yang semakin berkurang.
2.5 Estimasi Biaya Jangka Panjang
Estimasi funsgi biaya jagka panjang penting apabila
kita akan mempertimbangkan perluasan atau perampingan skala besarnya pabrik dan
memastikan bahwa skala pabrik yang sekarang adalah optimal untuk tingkat output yang diproduksi. Meotode yang
digunakan untuk mengestimasi biaya jangka panjang adalah:
(elearning.gunadarma.ac.id)
1.
Analisis regresi menggunakan data cross
– section, terdapat masalah dalam
menggunakan analisa data cross – section karena data antar perusahaan
yang berbeda akan menunjukkan tipe peralatan capital yang berbeda, dan mungkin
pula mereka menghadapi harga – harga input
yang berbeda, atau meungkin juga produktivitas yang berbeda.
2.
Analisis teknik rekayasa, analisis ini mungkin merupakan teknik terbaik
untuk mengestimasi kurva – kurva biaya jangka panjang, karena fungsi – fungsi
produksi didasarkan pada teknologi yang paling akhir.
3.
Stusi estimasi biaya jangka panjang, studi ini mula – mula menunjukan
adanya skala besarnya pabrik yang disekonomis.
4.
Peramalan biaya, diperlukan apabila keputusan yang dibuat melibatkan
pula biaya – biaya di masa depan, seperti masalah memproduksi dan mengkonsumsi
dan keputusan – keputusan lain yang mempunyai biaya sekarang dan di masa depan.
5.
Perubahan – perubahan factor produktivitas, tenaga kerja maupun capital
cenderung makin produkstif sebagai akibat adanya pendidikan, latihan kerja
serta peralatan produksi yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju.
Perubahan
– perubahan factor harga, prakiraan besarnya biaya di masa depan haruslah
didasarkan pada ramalan tingkat perubahan harga.
BAB III
ANALISIS BISNIS PERUSAHAAN
3.1 Analisis
Proses Produksi
Proses produksi pembuatan nasi uduk ini dimulai dengan
membeli bahan baku di pasar yang silakukan oleh si pemilik, bahan baku yang
dibeli oleh si pemilik tempat usaha nasi uduk adalah nasi, santen, bawang,
tempe, tahu, tepung, toge, kol, bihun, telur, cabai, krupuk, minyak sayur, garam,
bumbu, dan kertas pembungkus. Langkah berikutnya setelah memebli bahan baku
adalah si pemilik memastikan bahwa bahan baku yang dibeli tersebut sesuai
dengan keingin untuk di produksi, jika bahan baku yang dibeli tidak sesuai maka
si pemilik akan membeli bahan baku lainya hingga sesuai dengan kebutuhan
produksi.
Bahan baku yang telah sesuai dengan kebutuhan
produksi, selanjutnya akan di periksa kelayakan nya, agar hasil produksi nasi
uduk mempunyai kualitas yang baik, , jika bahan baku tidak layak maka pemilik
akan membeli atau menukar bahan baku tersebut hingga menjadi layak untuk di
produksi. Bahan baku yang layak untuk diproduksi maka si pemilik akan langsung
mengolah nya sesuai dengan kebutuhan produksi, seperti memasak nasi, meemotong
tempe dan tahu lalu menggoreng nya, menyiapkan adonan tepung untuk membuat
bakwan, menggoreng bawang goreng, menggoreng krupuk, dan menyiapkan sambal yang
akan digunakan sebagai penyedap nasi uduk. Semua komponen tersebut di masak
secara bergantian hingga matang.
Komponen
yang sudah selesai dimasak akan diperiksa kembali apakah semua komponen sudah
matang secara merata atau masih belum matang, komponen yang belum matang akan
dimasak kembali hingga matang sempurna, kemudian setelah matang komponen akan
diperiksa kembali apakah cukup untuk di jual pada hari tersebut, jika belum
maka akan membeli bahan baku kembali dan mengolah.
3.1.2 Persediaan Bahan Baku
Persediaan bahan baku ini
digunakan untuk mengetahui persediaan bahan baku yang digunakan untuk
memproduksi nasi uduk, dan diketahui terdapat bahan baku langsung, dan bahan
baku tidak langsung. Berikut ini adalah analisis untuk persedian bahan baku
pembuatan nasi uduk.
Bahan baku langusung yang
terdapat dalam pembuatan nasi uduk ini adalah nasi, tempe, tahu, tepung, kol,
toge, bihun, cabai, kecap, bawang, minyak, bumbu. Bahan baku tidak langsung
dalam pembuatan nasi uduk ini adalah kertas pembungkus nasi uduk, karet
pembungkus nasi uduk. Bahan baku langsung dalam pembuatan nasi uduk ini
disiapkan hanya untuk produksi satu hari, sehingga tidak memerlukan perwatan
dan menjaga kesagaran bahan baku yang digunakan.
3.1.3 Personalia
Analisa personalia ini
bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan kontrol dari nasi uduk ini terhadap
pasar. Berikut ini merupakan analisis dari personalia nasi uduk.
Nasi uduk ini merupakan tempah
usaha mikro yang diproduksi secara sedikit sesuai keinginan si pemilik, tempat
produksi dari nasi uduk ini berada di Perumahan Bumi Anggrek, Tambun Utara. Terget
si pemilik ini dalam memasarkan nasi uduk nya adalah para tetangga yang tidak
mempunyai waktu untuk menyiapkan sarapan, sehingga dengan adanya nasi uduk yang
diproduksi ini si pemilik dapat memenuhi keinginan konsumen yang ingin sarapan
dengan sehat dan dengan harga yang terjangkau.
Tenaga
kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam pembuatan nasi
uduk tersebut, dalam hal ini tenaga kerja langsung nya adalah si pemilik tempat
usaha nasi uduk ini, karena si pemilik langsung yang membeli bahan baku
produksi, dan memproduksi sendiri. Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga
kerja yang tidak terlibat secara langsug dalam proses produksi, dalam hal ini
tidak terdapat tenaga kerja tidak langsung, karena si pemilik usaha nasi uduk
tersebut mengerjakan produksi tersebut secara sendiri.