Kamis, 22 Januari 2015


BAB II
METODE PERANCANGAN PRODUK


2.1       Flowchart Perancangan Produk
Langkah-langkah perancangan produk digambarkan ke dalam sebuah flowchart karna lebih mudah menjelaskan langkah-langkah perancangan produk dengan menggunakan flowchart.

Flowchart perancangan produk yaitu susunan proses yang dibuat dalam bentuk gambar agar lebih mudah dibaca oleh pembacanya, flowchart perancangan produk berisi gambaran proses perancangan produk dari awal sampai akhir.
            Langkah pertama yang dilakukan dalam pembuatan flowchart yaitu menentukan produk, produk apa yang akan dibuat. Produk yang dibuat adalah kalender duduk. Langkah kedua adalah menyiapkan alat yaitu menyiapkan alat tulis seperti penggaris, pensil dan alat tulis lainya. Langkah ketiga adalah menentukan tipe dan prinsip display tipe yang digunakan adalah tipe display berdasarkan tujuanya yaitu display umum, display berdasarkan informasi yaitu kualitatif, display berdasarkan lingkungan yaitu display statis, display berdasarkan panca indra yaitu visual display. Langkah selanjutnya adalah menentukan jarak visual display, jarak yang digunakan dalam pembuatan kalender ini adalah 3000mm, 2000mm, dan 1000mm. Langkah selanjutnya adalah menentukan warna dan desain display, warna yang digunakan dalam display kali ini adalah warna putih. Langkah selanjutnya adalah meancang produk, produk yang dirancang adalah kalender duduk, apakah display telah sesuai dengan ciri-ciri display yang baik dan benar, jika belum maka harus kembali menentukan tipe dan prinsip display hingga display sesuai, jika display telah sesuai maka lanjut ke langkah selanjutnya merapihkan alat. Rapihkan kembali alat-alat yang digunakan dalam proses perancangan produk.

Jumat, 28 November 2014

Populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri - ciri yang sama yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan berproduksi di antara sesamanya, sedangkan smapel adalah bagian dari sebuah populasi. Sampel yang digunakan dalam dalam sebuah pengambilan data, haruslah mewakili populasi tersebut. Studi kasus berikut ini termasuk dalam kategori non probabilitik, dan jenis sampel yang digunakan adalah self selection, karena pengambilan data hanya di lakukan sesuai keinginan si pengambil data.

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
Analisis estimasi biaya adalah ilmu yang mempelajari dimana kita dapat menentukan harga jual produk berdasarkan informasi dan perhitungan biaya produksi. Biaya produksi terdiri dari komponen biaya tetap, biaya variabel,  biaya semi variabel, biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, biaya overhead, dan factor penentuan laba.
Laporan keuangan dalam analisis estimasi biaya adalah suatu catatan laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, dan dalam laporan tersebut terdapat data – data secara lengkap hasil produksi, sehingga dari data tersebut perusahaan diharapkan dapat menekan ongkos produksi. Hasil laporan keungan juga dapat membantu perusahaan untuk menentukan harga dari sebuah produk, sehingga konsumen dapat membeli produk tersebut sesuai dengan daya beli, dan perusahaan juga memperoleh keuntungan yang sesuai.
Pengaplikasian yang dapat dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap penjualan nasi uduk dan mencatat laporan keuangan yang dikeluarkan oleh produsen tersebut. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan industry rumahan adalah tidak adanya laporan secara lengkap biaya yang dibutuhkan untuk setiap kali produksi, harapan setelah melakuakan penelitian ini adalah dapat memberi saran kepada produsen nasi uduk agar dapat menekan biaya produksi, sehingga pendapatan yang diperoleh lebih besar.

1.2      Rumusan Masalah
Rumusan masalah ini dibuat untuk mengetahui permasalahan yang terjadi selama penelitian. Berikut ini adalah rumusan masalah tersebut. Rumusan masalah yang pertama adalah apa saja bahan baku yang dibutuhakan dalam produksi nasi uduk, berapa jumlah biaya yang dibutuhkan dalam setiap produksi, berapa jumlah nasi uduk yang dapat diproduksi setiap hari nya, dan bagaimana membuat laporan keungan penjualan nasi uduk.

1.3       Tujuan
Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui laporan keuangan dari produsen nasi uduk. Berikut ini adalah tujuan tersebut.
1.    Mengetahui pengeluaran keuangan produsen selama satu tahun.
2.    Mengetahui biaya produksi yang dibutuhkan produsen setiap bulannya
3.    Mengetahui harga jual produk berdasarkan laporan keuangan.

1.4       Batasan Masalah
 Batasan masalah digunakan untuk membatasi masalah – masalah yang terdapat dalam penelitian ini, sehingga tidak terjadi penyimpangan yang terlalu jauh. Berikut ini adalah  batasan masalah tersebut.
1.    Perusahaan yang dijadikan penelitian untuk pembuatan laporan hanya perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur.
2.    Jenis laporan yang dibuat hanya laporan keungan produksi.
3.    Laporan keungan yang dibuat hanya laporan keuangan selama satu tahun.













BAB II
LANDASAN TEORI


2.1       Pengertian Analisis
Analisis adalah melakuka evaluasi terhadap kondisi dari pos – pos atau ayat – ayat yang berkaitan dengan akutansi dan alasan – alasan yang menungkinkan tentang perbedaan yang muncul. Misalnya seorang pemeriksa akan melakukan analisa perkiraan pengeluaran untuk menentukan apakah pengeluaran telah dibebankan terhadap pos yang tepat, yang diuji dengan dokumen. Berdasarkan pengertian tersebut didapat kesimpulan bahwa analisis merupakan kegiatan memperhatikan, mengamati, dan memecahkan sesuatu (mencari jalan keluar) yang dilakukan seseorang. (repository.widyatama.ac.id)

2.2       Pengertian Biaya
Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang korbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntugan masa ini dan masa datang untuk organisasi. Biaya dikeluarkan untuk menghasilkan manfaat di masa depan, dalam perusahaan manfaat di masa depan biasanya berarti pendapatan, jadi biaya digunakan untuk memproduksi pendapatan. (repository.widyatama.ac.id)

2.3       Penggolongan Biaya Menurut Perilaku
Keberhasilan dalam perencanaan dan pengendalian biaya tergantung pada pemahaman yang menyeluruh mengenai hubungan antara terjadinya biaya dan kegiatan bisnis. Telaah dan analisis yang cermat, yang mempengaruhi kegiatan bisnis terhadap biaya umumnya akan menghasilkan penggolongan setiap jenis penegeluaran ke dalam biaya tetap, variabel, atau semivariabel. (repository.widyatama.ac.id)
Biaya tetap adalah biaya yang sifatnya tetap walaupaun kegiatan produksi berubah – ubah. Beberapa jenis biaya tampak tetap namun dalam jangka panjang semua biaya adalah variabel, jika semua kegiatan bisnis menurun sampai nol dan tidak ada prospek bagi kegiatan tersebut untuk mengikat, perusahaan akan melakukan likuidasi, dengan demikian perusahaan akan menghindari semua biaya, jika kegiatan diharapkan mengikat sampai melebihi kapasitas yang ada saat ini, biaya tetap harus ditingkatkan untuk mengimbangi kelebihan volume tersebut. Contoh dari biaya tetap adalah beban penyusutan, beban sewa, asuransi kekayaan, pajak bumi dan bangunan, dan lain – lain.
Biaya variabel adalah biaya yang secara total berubah proporsional seiring dengan perubahan kegiatan produksi. Biaya variabel meliputi biaya bahan lansung, pekerja langsung, bahan penolong tertentu, biaya pengerjaan ulang. Biasanya biaya variabel dapat secara langsung diidentifikasikan dengan kegiatan yang mengakibatkan adanya biaya tersebut.
Biaya semivariabel adalah biaya yang mengandung sifat biaya tetap dan variabel. Misalnya bahan bakar, pemeliharaan, biaya pension, pajak atas upah, dan perjalanan serta hiburan.

2.4       Estimasi Biaya Jangka Pendek
Estimasi fungsi biaya jangka pendek memungkinkan para pengambil keputusan untuk melihat optimalitas tingkat – tingkat output yang ada sekarang dan menyelesaikan masalah pengambilan keputusan dengan menggunakan analisa kontribusi. Metode yang digunakan untuk mengestimasi biaya jangka pendek adalah: (elearning.gunadarma.ac.id)
1.    Ekstrapolasi sederhana merupakan metode sederhana untuk mengestimasi nilai variabel di luar tentang nilai – nilai yang ditunjukan dalam data dasrnya.
2.    Analisis gradien adalah gradient kurva biaya total didefinisikan sebagai derajat perubahan biaya total sepanjang suatu interval ouput tertentu.
3.    Analisis regesi dapat diterapkan untuk memperoleh garis yang paling tepat untuk observasi – observasi biaya – output apabila kita mempunyai beberapa observasi.
4.    Teknik rekayasa, teknik estimasi ini tidaklah seperti metode – metode yang lain, yang dimulai dari observasi tingkat – tingkat biaya output, tetapi mulai dari hubungan fungsi produksi fisik antara output dan berbagai input.
5.    Studi empirirs perilaku biaya jangka pendek, studi empiris tidaklah mengikari berlakunya hokum penambahan hasil yang semakin berkurang.

2.5       Estimasi Biaya Jangka Panjang
Estimasi funsgi biaya jagka panjang penting apabila kita akan mempertimbangkan perluasan atau perampingan skala besarnya pabrik dan memastikan bahwa skala pabrik yang sekarang adalah optimal untuk tingkat output yang diproduksi. Meotode yang digunakan untuk mengestimasi biaya jangka panjang adalah: (elearning.gunadarma.ac.id)
1.    Analisis regresi menggunakan data cross section, terdapat masalah dalam menggunakan analisa data cross section karena data antar perusahaan yang berbeda akan menunjukkan tipe peralatan capital yang berbeda, dan mungkin pula mereka menghadapi harga – harga input yang berbeda, atau meungkin juga produktivitas yang berbeda.
2.    Analisis teknik rekayasa, analisis ini mungkin merupakan teknik terbaik untuk mengestimasi kurva – kurva biaya jangka panjang, karena fungsi – fungsi produksi didasarkan pada teknologi yang paling akhir.
3.    Stusi estimasi biaya jangka panjang, studi ini mula – mula menunjukan adanya skala besarnya pabrik yang disekonomis.
4.    Peramalan biaya, diperlukan apabila keputusan yang dibuat melibatkan pula biaya – biaya di masa depan, seperti masalah memproduksi dan mengkonsumsi dan keputusan – keputusan lain yang mempunyai biaya sekarang dan di masa depan.
5.    Perubahan – perubahan factor produktivitas, tenaga kerja maupun capital cenderung makin produkstif sebagai akibat adanya pendidikan, latihan kerja serta peralatan produksi yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju.
Perubahan – perubahan factor harga, prakiraan besarnya biaya di masa depan haruslah didasarkan pada ramalan tingkat perubahan harga.

BAB III
ANALISIS BISNIS PERUSAHAAN


3.1       Analisis Proses Produksi
Proses produksi pembuatan nasi uduk ini dimulai dengan membeli bahan baku di pasar yang silakukan oleh si pemilik, bahan baku yang dibeli oleh si pemilik tempat usaha nasi uduk adalah nasi, santen, bawang, tempe, tahu, tepung, toge, kol, bihun, telur, cabai, krupuk, minyak sayur, garam, bumbu, dan kertas pembungkus. Langkah berikutnya setelah memebli bahan baku adalah si pemilik memastikan bahwa bahan baku yang dibeli tersebut sesuai dengan keingin untuk di produksi, jika bahan baku yang dibeli tidak sesuai maka si pemilik akan membeli bahan baku lainya hingga sesuai dengan kebutuhan produksi.
Bahan baku yang telah sesuai dengan kebutuhan produksi, selanjutnya akan di periksa kelayakan nya, agar hasil produksi nasi uduk mempunyai kualitas yang baik, , jika bahan baku tidak layak maka pemilik akan membeli atau menukar bahan baku tersebut hingga menjadi layak untuk di produksi. Bahan baku yang layak untuk diproduksi maka si pemilik akan langsung mengolah nya sesuai dengan kebutuhan produksi, seperti memasak nasi, meemotong tempe dan tahu lalu menggoreng nya, menyiapkan adonan tepung untuk membuat bakwan, menggoreng bawang goreng, menggoreng krupuk, dan menyiapkan sambal yang akan digunakan sebagai penyedap nasi uduk. Semua komponen tersebut di masak secara bergantian hingga matang.
Komponen yang sudah selesai dimasak akan diperiksa kembali apakah semua komponen sudah matang secara merata atau masih belum matang, komponen yang belum matang akan dimasak kembali hingga matang sempurna, kemudian setelah matang komponen akan diperiksa kembali apakah cukup untuk di jual pada hari tersebut, jika belum maka akan membeli bahan baku kembali dan mengolah.

3.1.2    Persediaan Bahan Baku
Persediaan bahan baku ini digunakan untuk mengetahui persediaan bahan baku yang digunakan untuk memproduksi nasi uduk, dan diketahui terdapat bahan baku langsung, dan bahan baku tidak langsung. Berikut ini adalah analisis untuk persedian bahan baku pembuatan nasi uduk.
Bahan baku langusung yang terdapat dalam pembuatan nasi uduk ini adalah nasi, tempe, tahu, tepung, kol, toge, bihun, cabai, kecap, bawang, minyak, bumbu. Bahan baku tidak langsung dalam pembuatan nasi uduk ini adalah kertas pembungkus nasi uduk, karet pembungkus nasi uduk. Bahan baku langsung dalam pembuatan nasi uduk ini disiapkan hanya untuk produksi satu hari, sehingga tidak memerlukan perwatan dan menjaga kesagaran bahan baku yang digunakan.

3.1.3    Personalia
Analisa personalia ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan kontrol dari nasi uduk ini terhadap pasar. Berikut ini merupakan analisis dari personalia nasi uduk.
Nasi uduk ini merupakan tempah usaha mikro yang diproduksi secara sedikit sesuai keinginan si pemilik, tempat produksi dari nasi uduk ini berada di Perumahan Bumi Anggrek, Tambun Utara. Terget si pemilik ini dalam memasarkan nasi uduk nya adalah para tetangga yang tidak mempunyai waktu untuk menyiapkan sarapan, sehingga dengan adanya nasi uduk yang diproduksi ini si pemilik dapat memenuhi keinginan konsumen yang ingin sarapan dengan sehat dan dengan harga yang terjangkau.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam pembuatan nasi uduk tersebut, dalam hal ini tenaga kerja langsung nya adalah si pemilik tempat usaha nasi uduk ini, karena si pemilik langsung yang membeli bahan baku produksi, dan memproduksi sendiri. Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak terlibat secara langsug dalam proses produksi, dalam hal ini tidak terdapat tenaga kerja tidak langsung, karena si pemilik usaha nasi uduk tersebut mengerjakan produksi tersebut secara sendiri.

Sabtu, 01 November 2014

BAB 1 DISPLAY

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
            Manusia pada umumnya bekerja memerlukan suatu informasi untuk mempermudah pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Informasi yang diperlukan tentunya melalui suatu interaksi sebagai penghubung antara manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya, contohnya interaksi kepada sesama manusia ialah ketika seseorang sedang memberikan laporan mengenai akan adanya perekrutan karyawan tetap di bagian produksi, mengenai pemberitahuan tersebut manusia pasti memerlukan interaksi dari sesama manusia untuk mendapatkan suatu informasi tersebut, sementara interaksi manusia dengan lingkungan memerlukan suatu alat peraga dikarenakan lingkungan tidak bisa memberi atau menyampaikan informasi secara langsung contohnya pada papan penujuk arah jalur evakuasi di suatu perusahaan. Mengenai bahwa interaksi manusia dengan lingkungan tidak dapat dapat menyampaikan informasi secara langsung maka diperlukannya suatu alat peraga untuk menyampaikan informasi untuk mambantu segala aktivitas manusia di lingkungan pekerjaan.
            Display adalah suatu alat peraga yang dirancang dengan memperhatikan ukuran, simbol-simbol serta warna yang bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada manusia. Display memiliki beberapa prinsip-prinsip pembuatannya dan terdiri dari beberapa tipe yaitu tujuan, informasi, lingkungan dan panca indera. Perancangan display yang baik adalah display yang tidak menimbulkan banyak pertanyaan sehingga tidak menyebabkan kesalahapahaman.
            Penerapan perancangan suatu display ini digunakan untuk merancang pembuatan kalender duduk 2015. Alasan merancang kalender duduk 2015 karena mengingat suatu display ini sering terlihat dan digunakan pada meja-meja kantor untuk memberikan informasi tanggal dan hari selain itu juga dapat sebagai hiasan meja kantor. Perancang kalender duduk 2015 ini diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat dan jelas juga memberikan kesan yang menarik.
1.2       Perumusan Masalah
            Perumusan masalah dilakukan untuk membahas masalah-masalah yang ada pada perancangan kalender duduk 2015. Perumusan masalah pada modul ini ialah bagaimana merancang kalender duduk 2015 yang baik menggunakan tipe-tipe dan prinsip-prinsip pembuatan display agar dapat menyampaikan informasi dengan baik bagi penggunanya.

1.3       Batasan Masalah
            Pembatasan masalah dibuat agar materi yang diberikan tidak menyimpang dari pokok pembahasan. Pembatasan masalah pada modul ini diantaranya:
1.    Display yang dirancang hanyalah kalender duduk tahun 2015.
2.    Isi kalender duduk 2015 hanya bersifat umum.
3.    Desain gambar yang dirancang hanya yang berhubungan dengan Laboratorium Teknik Industri Menengah.

1.4       Tujuan Penelitian
            Tujuan penulisan dibuat untuk mengetahui fungsi perancangan display dan sebagai bahan untuk penarikan kesimpulan. Berikut ini beberapa tujuan penulisan perancangan kalender duduk 2015 diantaranya:
1.    Mengetahui tipe-tipe dari display kalender duduk 2015.
2.    Mengetahui prinsip-prinsip dari display kalender duduk 2015.
3.    Mengetahui ukuran huruf dan warna huruf yang digunakan pada perancangan display kalender duduk 2015.

1.5       Manfaat Penelitian
            Penelitian ini beramanfaat untuk membentuk dan merancang sebuah display berbentuk kalender dengan baik dan benar, dengan menunggunakan prinsip – prinsip dari sebuah display. Penelitian ini juga diharapkan dapat member contoh yan baik dalam pembuatan sebuah display.


1.6       Kerangka Pikir Penelitian
  Kerangka pikir penelitian ini menjelaskan dalam lima bab yang membahas masalah secara singkat tanpa mengabaikan keterhubungan antara bab yang satu dengan bab selanjutnya. Adapun kerangka penelitian terdiri dari:
BAB I        PENDAHULUAN
Menjelaskan tentang latar belakang mempelajari display, perumusan  pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan kerangka penelitian.
BAB II       LANDASAN TEORI
Memaparkan teori-teori dan rumus-rumus untuk display agar dapat memperkuat pembahasan dalam penelitian.
BAB III     METODE PERANCANGAN PRODUK
                   Menjelaskan mengenai flowchart perancangan sebuah produk menggunakan prinsip – prinsip yang benar dari sebuah display.
BAB IV     PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Membahas tentang studi kasus dan memecahkan permasalahan yang terdapat pada penelitian serta menganalisisnya.
BAB V       PENUTUP
Berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran dalam penelitian..






Jumat, 10 Oktober 2014

Filsafat Ilmu Pengetahuan

Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Kata filsafat berasal dari bahasaYunani yang berarti philosophia atau philosophos. Philos berarti temang atau cinta, dan Sophia berarti pengetahuan. Filsafat adalah sebuah pandangan hidup seseorang atau sekolompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan.
Filsafat juga diartikan secara tersendiri oleh beberapa tokoh:
1.      Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang segala yang ada, Plato (427 – 347 SM) dari pendapat Plato ini dapat disimpulkan bahwa ilmu filsafat adalah imlu tertua atau ilmu induk dari segala pengetahuan yang ada, artinya semua pengethuan yang ada berasal dari filsafat.
2.      Filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak terkait kondisi, dogma, atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar persoalan, Harun Nasution. Pedapat Nasution ini dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang mengandalkan logika dalam proses berfikir dan tidak ada batasan dalam berfikir dan sangat mendalam.
Berifkir filosofi mempunyai beberapa cirri-ciri yaitu berifkir dengan menggunakan disiplin berfikir yang tinggi, berfikir secara sistematis, meenyusun suatu skema konsepsi, dan secara menyeluruh. Manfaat yang didapat dalam ilmu filsafat adalah sebagai dasar dalam bertindak, sebagai dasar dalam mengambil keputusan, untuk mengurangi salah paham dan konflik, dan untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.
            Pengetahuan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang diketahui; kepandaian:atau segala sesuatu yang diketahui berkenan dengan hal (mata pelajaran).Pengetahuan ditinjau dari pandangan para ahli:
1.         Pudjawidjana (1983), pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setalah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu.
2.         Ngatimin (1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.
Pengertian lmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam manusia. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperokeh dari keterbatasannya, jika dipandang dari ilmu filsafat ilmu terbentuk karena manusia berusaha berifkir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Persamaan filsafat dan ilmu pengetahuan mempunyai beberapa kesamaan. Berikut adalah kesamaan tersebut mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai keakar-akarnya, memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya,  hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan, Ketiganya mempunyai metode dan sistem, hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.
Perbedaan filsafat dan imu pengetahuan terdapat beberapa perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan tersebut, mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban, mencari prinsip-prinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan, segi-segi yang dipelajari dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti, ilmu pengetahuan adalah penguasaan lingkungan hidup manusia, menilai obyek renungan dengan suatu makna, misalkan, religi, kesusilaan, keadilan dsb,     tidak menilai obyek dari suatu sistem nilai tertentu.


 

Metode Penelitian © 2008. Design By: SkinCorner