Jumat, 28 November 2014

Populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri - ciri yang sama yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan berproduksi di antara sesamanya, sedangkan smapel adalah bagian dari sebuah populasi. Sampel yang digunakan dalam dalam sebuah pengambilan data, haruslah mewakili populasi tersebut. Studi kasus berikut ini termasuk dalam kategori non probabilitik, dan jenis sampel yang digunakan adalah self selection, karena pengambilan data hanya di lakukan sesuai keinginan si pengambil data.

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
Analisis estimasi biaya adalah ilmu yang mempelajari dimana kita dapat menentukan harga jual produk berdasarkan informasi dan perhitungan biaya produksi. Biaya produksi terdiri dari komponen biaya tetap, biaya variabel,  biaya semi variabel, biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, biaya overhead, dan factor penentuan laba.
Laporan keuangan dalam analisis estimasi biaya adalah suatu catatan laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, dan dalam laporan tersebut terdapat data – data secara lengkap hasil produksi, sehingga dari data tersebut perusahaan diharapkan dapat menekan ongkos produksi. Hasil laporan keungan juga dapat membantu perusahaan untuk menentukan harga dari sebuah produk, sehingga konsumen dapat membeli produk tersebut sesuai dengan daya beli, dan perusahaan juga memperoleh keuntungan yang sesuai.
Pengaplikasian yang dapat dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap penjualan nasi uduk dan mencatat laporan keuangan yang dikeluarkan oleh produsen tersebut. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan industry rumahan adalah tidak adanya laporan secara lengkap biaya yang dibutuhkan untuk setiap kali produksi, harapan setelah melakuakan penelitian ini adalah dapat memberi saran kepada produsen nasi uduk agar dapat menekan biaya produksi, sehingga pendapatan yang diperoleh lebih besar.

1.2      Rumusan Masalah
Rumusan masalah ini dibuat untuk mengetahui permasalahan yang terjadi selama penelitian. Berikut ini adalah rumusan masalah tersebut. Rumusan masalah yang pertama adalah apa saja bahan baku yang dibutuhakan dalam produksi nasi uduk, berapa jumlah biaya yang dibutuhkan dalam setiap produksi, berapa jumlah nasi uduk yang dapat diproduksi setiap hari nya, dan bagaimana membuat laporan keungan penjualan nasi uduk.

1.3       Tujuan
Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui laporan keuangan dari produsen nasi uduk. Berikut ini adalah tujuan tersebut.
1.    Mengetahui pengeluaran keuangan produsen selama satu tahun.
2.    Mengetahui biaya produksi yang dibutuhkan produsen setiap bulannya
3.    Mengetahui harga jual produk berdasarkan laporan keuangan.

1.4       Batasan Masalah
 Batasan masalah digunakan untuk membatasi masalah – masalah yang terdapat dalam penelitian ini, sehingga tidak terjadi penyimpangan yang terlalu jauh. Berikut ini adalah  batasan masalah tersebut.
1.    Perusahaan yang dijadikan penelitian untuk pembuatan laporan hanya perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur.
2.    Jenis laporan yang dibuat hanya laporan keungan produksi.
3.    Laporan keungan yang dibuat hanya laporan keuangan selama satu tahun.













BAB II
LANDASAN TEORI


2.1       Pengertian Analisis
Analisis adalah melakuka evaluasi terhadap kondisi dari pos – pos atau ayat – ayat yang berkaitan dengan akutansi dan alasan – alasan yang menungkinkan tentang perbedaan yang muncul. Misalnya seorang pemeriksa akan melakukan analisa perkiraan pengeluaran untuk menentukan apakah pengeluaran telah dibebankan terhadap pos yang tepat, yang diuji dengan dokumen. Berdasarkan pengertian tersebut didapat kesimpulan bahwa analisis merupakan kegiatan memperhatikan, mengamati, dan memecahkan sesuatu (mencari jalan keluar) yang dilakukan seseorang. (repository.widyatama.ac.id)

2.2       Pengertian Biaya
Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang korbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntugan masa ini dan masa datang untuk organisasi. Biaya dikeluarkan untuk menghasilkan manfaat di masa depan, dalam perusahaan manfaat di masa depan biasanya berarti pendapatan, jadi biaya digunakan untuk memproduksi pendapatan. (repository.widyatama.ac.id)

2.3       Penggolongan Biaya Menurut Perilaku
Keberhasilan dalam perencanaan dan pengendalian biaya tergantung pada pemahaman yang menyeluruh mengenai hubungan antara terjadinya biaya dan kegiatan bisnis. Telaah dan analisis yang cermat, yang mempengaruhi kegiatan bisnis terhadap biaya umumnya akan menghasilkan penggolongan setiap jenis penegeluaran ke dalam biaya tetap, variabel, atau semivariabel. (repository.widyatama.ac.id)
Biaya tetap adalah biaya yang sifatnya tetap walaupaun kegiatan produksi berubah – ubah. Beberapa jenis biaya tampak tetap namun dalam jangka panjang semua biaya adalah variabel, jika semua kegiatan bisnis menurun sampai nol dan tidak ada prospek bagi kegiatan tersebut untuk mengikat, perusahaan akan melakukan likuidasi, dengan demikian perusahaan akan menghindari semua biaya, jika kegiatan diharapkan mengikat sampai melebihi kapasitas yang ada saat ini, biaya tetap harus ditingkatkan untuk mengimbangi kelebihan volume tersebut. Contoh dari biaya tetap adalah beban penyusutan, beban sewa, asuransi kekayaan, pajak bumi dan bangunan, dan lain – lain.
Biaya variabel adalah biaya yang secara total berubah proporsional seiring dengan perubahan kegiatan produksi. Biaya variabel meliputi biaya bahan lansung, pekerja langsung, bahan penolong tertentu, biaya pengerjaan ulang. Biasanya biaya variabel dapat secara langsung diidentifikasikan dengan kegiatan yang mengakibatkan adanya biaya tersebut.
Biaya semivariabel adalah biaya yang mengandung sifat biaya tetap dan variabel. Misalnya bahan bakar, pemeliharaan, biaya pension, pajak atas upah, dan perjalanan serta hiburan.

2.4       Estimasi Biaya Jangka Pendek
Estimasi fungsi biaya jangka pendek memungkinkan para pengambil keputusan untuk melihat optimalitas tingkat – tingkat output yang ada sekarang dan menyelesaikan masalah pengambilan keputusan dengan menggunakan analisa kontribusi. Metode yang digunakan untuk mengestimasi biaya jangka pendek adalah: (elearning.gunadarma.ac.id)
1.    Ekstrapolasi sederhana merupakan metode sederhana untuk mengestimasi nilai variabel di luar tentang nilai – nilai yang ditunjukan dalam data dasrnya.
2.    Analisis gradien adalah gradient kurva biaya total didefinisikan sebagai derajat perubahan biaya total sepanjang suatu interval ouput tertentu.
3.    Analisis regesi dapat diterapkan untuk memperoleh garis yang paling tepat untuk observasi – observasi biaya – output apabila kita mempunyai beberapa observasi.
4.    Teknik rekayasa, teknik estimasi ini tidaklah seperti metode – metode yang lain, yang dimulai dari observasi tingkat – tingkat biaya output, tetapi mulai dari hubungan fungsi produksi fisik antara output dan berbagai input.
5.    Studi empirirs perilaku biaya jangka pendek, studi empiris tidaklah mengikari berlakunya hokum penambahan hasil yang semakin berkurang.

2.5       Estimasi Biaya Jangka Panjang
Estimasi funsgi biaya jagka panjang penting apabila kita akan mempertimbangkan perluasan atau perampingan skala besarnya pabrik dan memastikan bahwa skala pabrik yang sekarang adalah optimal untuk tingkat output yang diproduksi. Meotode yang digunakan untuk mengestimasi biaya jangka panjang adalah: (elearning.gunadarma.ac.id)
1.    Analisis regresi menggunakan data cross section, terdapat masalah dalam menggunakan analisa data cross section karena data antar perusahaan yang berbeda akan menunjukkan tipe peralatan capital yang berbeda, dan mungkin pula mereka menghadapi harga – harga input yang berbeda, atau meungkin juga produktivitas yang berbeda.
2.    Analisis teknik rekayasa, analisis ini mungkin merupakan teknik terbaik untuk mengestimasi kurva – kurva biaya jangka panjang, karena fungsi – fungsi produksi didasarkan pada teknologi yang paling akhir.
3.    Stusi estimasi biaya jangka panjang, studi ini mula – mula menunjukan adanya skala besarnya pabrik yang disekonomis.
4.    Peramalan biaya, diperlukan apabila keputusan yang dibuat melibatkan pula biaya – biaya di masa depan, seperti masalah memproduksi dan mengkonsumsi dan keputusan – keputusan lain yang mempunyai biaya sekarang dan di masa depan.
5.    Perubahan – perubahan factor produktivitas, tenaga kerja maupun capital cenderung makin produkstif sebagai akibat adanya pendidikan, latihan kerja serta peralatan produksi yang lebih baik dan teknologi yang lebih maju.
Perubahan – perubahan factor harga, prakiraan besarnya biaya di masa depan haruslah didasarkan pada ramalan tingkat perubahan harga.

BAB III
ANALISIS BISNIS PERUSAHAAN


3.1       Analisis Proses Produksi
Proses produksi pembuatan nasi uduk ini dimulai dengan membeli bahan baku di pasar yang silakukan oleh si pemilik, bahan baku yang dibeli oleh si pemilik tempat usaha nasi uduk adalah nasi, santen, bawang, tempe, tahu, tepung, toge, kol, bihun, telur, cabai, krupuk, minyak sayur, garam, bumbu, dan kertas pembungkus. Langkah berikutnya setelah memebli bahan baku adalah si pemilik memastikan bahwa bahan baku yang dibeli tersebut sesuai dengan keingin untuk di produksi, jika bahan baku yang dibeli tidak sesuai maka si pemilik akan membeli bahan baku lainya hingga sesuai dengan kebutuhan produksi.
Bahan baku yang telah sesuai dengan kebutuhan produksi, selanjutnya akan di periksa kelayakan nya, agar hasil produksi nasi uduk mempunyai kualitas yang baik, , jika bahan baku tidak layak maka pemilik akan membeli atau menukar bahan baku tersebut hingga menjadi layak untuk di produksi. Bahan baku yang layak untuk diproduksi maka si pemilik akan langsung mengolah nya sesuai dengan kebutuhan produksi, seperti memasak nasi, meemotong tempe dan tahu lalu menggoreng nya, menyiapkan adonan tepung untuk membuat bakwan, menggoreng bawang goreng, menggoreng krupuk, dan menyiapkan sambal yang akan digunakan sebagai penyedap nasi uduk. Semua komponen tersebut di masak secara bergantian hingga matang.
Komponen yang sudah selesai dimasak akan diperiksa kembali apakah semua komponen sudah matang secara merata atau masih belum matang, komponen yang belum matang akan dimasak kembali hingga matang sempurna, kemudian setelah matang komponen akan diperiksa kembali apakah cukup untuk di jual pada hari tersebut, jika belum maka akan membeli bahan baku kembali dan mengolah.

3.1.2    Persediaan Bahan Baku
Persediaan bahan baku ini digunakan untuk mengetahui persediaan bahan baku yang digunakan untuk memproduksi nasi uduk, dan diketahui terdapat bahan baku langsung, dan bahan baku tidak langsung. Berikut ini adalah analisis untuk persedian bahan baku pembuatan nasi uduk.
Bahan baku langusung yang terdapat dalam pembuatan nasi uduk ini adalah nasi, tempe, tahu, tepung, kol, toge, bihun, cabai, kecap, bawang, minyak, bumbu. Bahan baku tidak langsung dalam pembuatan nasi uduk ini adalah kertas pembungkus nasi uduk, karet pembungkus nasi uduk. Bahan baku langsung dalam pembuatan nasi uduk ini disiapkan hanya untuk produksi satu hari, sehingga tidak memerlukan perwatan dan menjaga kesagaran bahan baku yang digunakan.

3.1.3    Personalia
Analisa personalia ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan kontrol dari nasi uduk ini terhadap pasar. Berikut ini merupakan analisis dari personalia nasi uduk.
Nasi uduk ini merupakan tempah usaha mikro yang diproduksi secara sedikit sesuai keinginan si pemilik, tempat produksi dari nasi uduk ini berada di Perumahan Bumi Anggrek, Tambun Utara. Terget si pemilik ini dalam memasarkan nasi uduk nya adalah para tetangga yang tidak mempunyai waktu untuk menyiapkan sarapan, sehingga dengan adanya nasi uduk yang diproduksi ini si pemilik dapat memenuhi keinginan konsumen yang ingin sarapan dengan sehat dan dengan harga yang terjangkau.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam pembuatan nasi uduk tersebut, dalam hal ini tenaga kerja langsung nya adalah si pemilik tempat usaha nasi uduk ini, karena si pemilik langsung yang membeli bahan baku produksi, dan memproduksi sendiri. Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak terlibat secara langsug dalam proses produksi, dalam hal ini tidak terdapat tenaga kerja tidak langsung, karena si pemilik usaha nasi uduk tersebut mengerjakan produksi tersebut secara sendiri.

Sabtu, 01 November 2014

BAB 1 DISPLAY

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
            Manusia pada umumnya bekerja memerlukan suatu informasi untuk mempermudah pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Informasi yang diperlukan tentunya melalui suatu interaksi sebagai penghubung antara manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya, contohnya interaksi kepada sesama manusia ialah ketika seseorang sedang memberikan laporan mengenai akan adanya perekrutan karyawan tetap di bagian produksi, mengenai pemberitahuan tersebut manusia pasti memerlukan interaksi dari sesama manusia untuk mendapatkan suatu informasi tersebut, sementara interaksi manusia dengan lingkungan memerlukan suatu alat peraga dikarenakan lingkungan tidak bisa memberi atau menyampaikan informasi secara langsung contohnya pada papan penujuk arah jalur evakuasi di suatu perusahaan. Mengenai bahwa interaksi manusia dengan lingkungan tidak dapat dapat menyampaikan informasi secara langsung maka diperlukannya suatu alat peraga untuk menyampaikan informasi untuk mambantu segala aktivitas manusia di lingkungan pekerjaan.
            Display adalah suatu alat peraga yang dirancang dengan memperhatikan ukuran, simbol-simbol serta warna yang bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada manusia. Display memiliki beberapa prinsip-prinsip pembuatannya dan terdiri dari beberapa tipe yaitu tujuan, informasi, lingkungan dan panca indera. Perancangan display yang baik adalah display yang tidak menimbulkan banyak pertanyaan sehingga tidak menyebabkan kesalahapahaman.
            Penerapan perancangan suatu display ini digunakan untuk merancang pembuatan kalender duduk 2015. Alasan merancang kalender duduk 2015 karena mengingat suatu display ini sering terlihat dan digunakan pada meja-meja kantor untuk memberikan informasi tanggal dan hari selain itu juga dapat sebagai hiasan meja kantor. Perancang kalender duduk 2015 ini diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat dan jelas juga memberikan kesan yang menarik.
1.2       Perumusan Masalah
            Perumusan masalah dilakukan untuk membahas masalah-masalah yang ada pada perancangan kalender duduk 2015. Perumusan masalah pada modul ini ialah bagaimana merancang kalender duduk 2015 yang baik menggunakan tipe-tipe dan prinsip-prinsip pembuatan display agar dapat menyampaikan informasi dengan baik bagi penggunanya.

1.3       Batasan Masalah
            Pembatasan masalah dibuat agar materi yang diberikan tidak menyimpang dari pokok pembahasan. Pembatasan masalah pada modul ini diantaranya:
1.    Display yang dirancang hanyalah kalender duduk tahun 2015.
2.    Isi kalender duduk 2015 hanya bersifat umum.
3.    Desain gambar yang dirancang hanya yang berhubungan dengan Laboratorium Teknik Industri Menengah.

1.4       Tujuan Penelitian
            Tujuan penulisan dibuat untuk mengetahui fungsi perancangan display dan sebagai bahan untuk penarikan kesimpulan. Berikut ini beberapa tujuan penulisan perancangan kalender duduk 2015 diantaranya:
1.    Mengetahui tipe-tipe dari display kalender duduk 2015.
2.    Mengetahui prinsip-prinsip dari display kalender duduk 2015.
3.    Mengetahui ukuran huruf dan warna huruf yang digunakan pada perancangan display kalender duduk 2015.

1.5       Manfaat Penelitian
            Penelitian ini beramanfaat untuk membentuk dan merancang sebuah display berbentuk kalender dengan baik dan benar, dengan menunggunakan prinsip – prinsip dari sebuah display. Penelitian ini juga diharapkan dapat member contoh yan baik dalam pembuatan sebuah display.


1.6       Kerangka Pikir Penelitian
  Kerangka pikir penelitian ini menjelaskan dalam lima bab yang membahas masalah secara singkat tanpa mengabaikan keterhubungan antara bab yang satu dengan bab selanjutnya. Adapun kerangka penelitian terdiri dari:
BAB I        PENDAHULUAN
Menjelaskan tentang latar belakang mempelajari display, perumusan  pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan kerangka penelitian.
BAB II       LANDASAN TEORI
Memaparkan teori-teori dan rumus-rumus untuk display agar dapat memperkuat pembahasan dalam penelitian.
BAB III     METODE PERANCANGAN PRODUK
                   Menjelaskan mengenai flowchart perancangan sebuah produk menggunakan prinsip – prinsip yang benar dari sebuah display.
BAB IV     PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Membahas tentang studi kasus dan memecahkan permasalahan yang terdapat pada penelitian serta menganalisisnya.
BAB V       PENUTUP
Berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran dalam penelitian..






 

Metode Penelitian © 2008. Design By: SkinCorner